Transformasi Pola Kerusakan Infrastruktur Gaza: Analisis Spasio-Temporal 2023-2024

25 April 2025

By: HIMA SAIG UPI

Open Project

Pola Kerusakan Bangunan Infrastruktur Gaza

Thumbnail Gaza

Ditulis oleh:

Friscka Fitri Aditama.

Pendahuluan

Jalur Gaza secara berkala mengalami konflik bersenjata yang berdampak signifikan terhadap infrastruktur, permukiman, dan kehidupan masyarakat. Peningkatan intensitas konflik pada tahun 2023 hingga 2024 telah menyebabkan kerusakan besar-besaran yang tersebar di berbagai wilayah, terutama di Gaza City, Khan Yunis, North Gaza, Rafah dan Deir Al Balah. Penelitian ini menggunakan data titik kerusakan dari United Nations Operational Satellite Applications Programme (UNOSAT) untuk menganalisis distribusi spasial dan temporal kerusakan infrastruktur di Gaza.

Visualisasi berbasis data spasial dari interpretasi citra satelit menjadi instrumen penting untuk memahami pola kerusakan. Dengan membandingkan data dari dua periode waktu (15 November 2023 dan 3 September 2024), penelitian ini bertujuan memberikan gambaran tentang perkembangan kerusakan yang dapat mendukung upaya kemanusiaan dan perencanaan rehabilitasi.

Metodologi

Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif-visual dengan fokus pada analisis spasial dan statistik titik kerusakan. Metodologi yang digunakan mengikuti alur kerja yang sistematis seperti yang digambarkan pada Gambar 1.

metodologi penelitian

Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 1, alur kerja penelitian dimulai dengan impor data dari dua sumber utama:

  1. 1.
    Data batas administratif Governorate (format shapefile)
  1. 2.
    Data titik kerusakan UNOSAT (format geodatabase 2023-2024)

Selanjutnya, dilakukan serangkaian langkah pemrosesan data yang meliputi:

  1. 1.
    Transformasi CRS untuk menyamakan sistem koordinat
  1. 2.
    Penambahan kolom tahun dan klasifikasi kerusakan
  1. 3.
    Spatial join antara titik kerusakan dan data Governorate
  1. 4.
    Pembuatan ringkasan statistik berdasarkan klasifikasi per wilayah dan tahun
  1. 5.
    Visualisasi data dalam bentuk plot gradasi menggunakan ggplot2

Hasil dan Pembahasan

Analisis Peta Distribusi Kerusakan

Gambar 2 Gaza

Gambar 2 menampilkan perbandingan heatmap kerusakan di Jalur Gaza pada dua periode waktu yang berbeda. Visualisasi ini dihasilkan dengan menerapkan teknik simbologi heatmap untuk menggambarkan densitas titik kerusakan, dengan gradasi warna yang merepresentasikan tingkat kepadatan kerusakan - di mana warna kuning menunjukkan kepadatan kerusakan tertinggi, sedangkan warna ungu menunjukkan kepadatan yang lebih rendah.

Beberapa temuan penting dari perbandingan peta tersebut:

1. Perubahan Pola Spasial:

  • Peta September 2024 (kanan) menunjukkan distribusi kerusakan yang lebih luas dan merata di seluruh wilayah Gaza, dengan konsentrasi sangat tinggi (warna kuning) yang terlihat jelas di Gaza City, Khan Yunis, dan Rafah.
  • Peta November 2023 (kiri) memperlihatkan pola kerusakan yang lebih terkonsentrasi di North Gaza dan Gaza City, dengan intensitas yang relatif lebih rendah di wilayah lainnya.

2. Eskalasi di Wilayah Selatan:

  • Perubahan paling signifikan terlihat di wilayah Rafah dan Khan Yunis. Pada November 2023, kedua wilayah ini relatif menunjukkan konsentrasi kerusakan yang rendah (dominasi warna ungu), namun pada September 2024 mengalami peningkatan drastis dengan konsentrasi kerusakan sangat tinggi (warna kuning cerah).

3. Intensifikasi di Gaza City:

  • Gaza City yang pada November 2023 sudah menunjukkan kerusakan signifikan, mengalami intensifikasi dramatis pada September 2024. Hal ini terlihat dari perluasan area warna kuning yang menunjukkan kepadatan kerusakan sangat tinggi.

4. Perluasan Area Terdampak:

  • Pada November 2023, masih terdapat area-area yang relatif tidak terdampak (tidak menunjukkan warna pada peta). Namun, pada September 2024, hampir seluruh wilayah Gaza menunjukkan adanya kerusakan dengan variasi tingkat intensitas.

Perbandingan Kuantitatif Kerusakan

Berdasarkan hasil analisis distribusi kerusakan infrastruktur pada tahun 2023 dan 2024, terjadi peningkatan jumlah titik kerusakan yang sangat signifikan di seluruh wilayah Gaza. Data menunjukkan bahwa dalam periode kurang dari satu tahun, jumlah titik kerusakan meningkat dari 14.226 menjadi 149.571, yang berarti terjadi peningkatan sebesar 951%. Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada jumlah titik kerusakan, tetapi juga pada tingkat keparahan kerusakan. Pada tahun 2024, sebagian besar wilayah didominasi oleh klasifikasi "Destroyed" yang mengindikasikan kehancuran total infrastruktur.

Pola distribusi kerusakan juga menunjukkan perubahan signifikan. Pada November 2023, kerusakan lebih terkonsentrasi di wilayah North Gaza, sementara pada September 2024 kerusakan terdistribusi lebih merata dengan konsentrasi tinggi di Gaza City, Khan Yunis, dan Rafah. Hal ini menunjukkan perluasan area konflik yang semakin intensif ke wilayah-wilayah yang sebelumnya relatif kurang terdampak.

Tabel 1 Gaza

Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa terjadi peningkatan jumlah kerusakan yang sangat signifikan di seluruh wilayah Gaza, dengan total peningkatan mencapai 951% dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Rafah mencatatat peningkatan persentase tertinggi yaitu sebesar 2,880% yang mencerminkan perluasan konflik ke wilayah selatan yang sebelumnya relatif kurang terdampak parah.

Tabel Distribusi Klasifikasi Kerusakan

Tabel 2 Gaza

Tabel 2 menunjukkan bahwa pada September 2024, hampir 65% dari seluruh titik kerusakan di Gaza termasuk dalam kategori "Destroyed", dengan North Gaza memiliki persentase tertinggi sebesar 73.2%. Kategori "Severe Damage" mencakup sekitar 12.3% dari total kerusakan, dengan konsentrasi tertinggi di Gaza City sebesar 14.2%.

Visualisasi Distribusi Kerusakan

Visualisasi distribusi kerusakan infrastruktur di Gaza antara November 2023 dan September 2024 disajikan dalam bentuk plot gradasi seperti yang terlihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Gaza

Visualisasi pada Gambar 3 menampilkan perbandingan distribusi kerusakan infrastruktur di Gaza antara November 2023 dan September 2024 menggunakan plot batang bertumpuk dengan skema warna plasma. Terjadi peningkatan signifikan pada skala kerusakan, dengan pergeseran epicenter dari North Gaza (6.991 titik kerusakan) di 2023 menjadi Gaza City (42.814 titik) dan Khan Yunis (40.099 titik) di 2024. Urutan wilayah terdampak berubah dari North Gaza > Gaza City > Khan Yunis > Deir Al Balah > Rafah pada 2023 menjadi Gaza City > Khan Yunis > North Gaza > Rafah > Deir Al Balah pada 2024, menunjukkan pergeseran konflik dari utara ke tengah dan selatan.

Terjadi perubahan signifikan dalam klasifikasi kerusakan, dari dominasi "Moderate Damage" dan "Possible Damage" pada 2023 menjadi mayoritas "Destroyed" pada 2024 dengan proporsi 58-73% di semua wilayah. Transformasi dramatis terlihat di Rafah yang semula memiliki kerusakan terendah (762 titik) dengan mayoritas "Possible Damage", meningkat menjadi 22.707 titik dengan dominasi klasifikasi "Destroyed" pada 2024. Pola ini menggambarkan homogenisasi tingkat kerusakan yang parah di seluruh Gaza pada 2024 dibandingkan variasi yang lebih besar pada 2023.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis spasio-temporal distribusi kerusakan infrastruktur di Gaza, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan dramatis dalam jumlah titik kerusakan di seluruh wilayah Gaza lebih dari 9 kali lipat dalam kurang dari setahun. Perubahan signifikan pola distribusi spasial yang awalnya konsentrasi di North Gaza pada tahun 2023, namun pada tahun 2024 menunjukkan penyebaran yang lebih merata dengan konsentrasi tertinggi di Gaza City dan Khan Yunis. Pada 2024, kategori "Destroyed" mendominasi klasifikasi kerusakan yang mengindikasikan intensifikasi konflik dan dampak lebih parah terhadap infrastruktur di Gaza. Dalam hal ini, wilayah Rafah mengalami peningkatan kerusakan paling signifikan secara persentase yang menunjukkan perluasan konflik ke wilayah yang sebelumnya relatif tidak terdampak.

Meskipun hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak kerusakan di Gaza, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan, seperti ketergantungan pada data dari UNOSAT tanpa adanya verifikasi lapangan, serta tidak mempertimbangkan faktor-faktor demografi dan kepadatan populasi yang dapat mempengaruhi kerentanannya. Selain itu, analisis ini tidak melibatkan jenis infrastruktur terdampak yang juga penting untuk penentuan prioritas rekonstruksi. Terakhir, pengembangan analisis lebih lanjut direkomendasikan dengan mempertimbangkan jenis infrastruktur untuk prioritas rekonstruksi, integrasi data demografis untuk pemahaman lebih komprehensif tentang dampak kemanusiaan, dan studi lanjutan untuk membandingkan dengan data kerusakan terbaru guna memantau perkembangan situasi.

Daftar Pustaka

UNOSAT. (2024). Gaza Strip Damage Assessment: 3 September 2024. United Nations Operational Satellite Applications Programme.

UNOSAT. (2023). Gaza Strip Damage Assessment: 15 November 2023. United Nations Operational Satellite Applications Programme.

Palestinian Central Bureau of Statistics. (2023). Population Statistics of the Gaza Strip Governorates. PCBS.

Pebesma, E. (2018). Simple Features for R: Standardized Support for Spatial Vector Data. The R Journal, 10(1), 439-446.

Data Publications

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN  LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Climate & Disaster

12 Mar 2026

Salwa Dwi INTERN MAPID

ANALISIS PENGARUH VEGETASI DAN KEPADATAN PENDUDUK TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAHAN DI SEKITAR TAHURA Ir. H. DJUANDA KOTA BANDUNG

Pelajari hubungan antara kepadatan penduduk, vegetasi, dan suhu permukaan lahan di sekitar Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, kawasan konservasi penting di Bandung.

22 min read

37 view

1 Projects

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B 
BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS 
DI KOTA BANDUNG

Food & Beverages

11 Mar 2026

AFI INTERN MAPID

PENENTUAN LOKASI STRATEGIS BISNIS F&B BERBASIS DATA DEMOGRAFI DAN POLA AKTIVITAS DI KOTA BANDUNG

Strategi sukses bisnis F&B di Bandung melalui analisis variabel demografi, POI, dan teknologi geospasial untuk pemilihan lokasi usaha yang akurat.

24 min read

68 view

1 Projects

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

City Planning

11 Mar 2026

Khofifatun Nurrohmah INTERN MAPID

ANALISIS KESIAPAN BONUS DEMOGRAFI KOTA BANDUNG: SINYAL INVESTASI JANGKA PANJANG

Analisis sektor ekonomi potensial dan tipologi wilayah di Kota Bandung memberikan peta jalan bagi investor dan pemerintah untuk optimalisasi momentum bonus demografi dan percepatan pembangunan ekonomi.

37 min read

78 view

1 Data

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Food & Beverages

07 Mar 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Analisis Lokasi Strategis Coffee Shop di Jakarta Pusat Menggunakan GIS dan QGIS

Abstrak Pertumbuhan industri coffee shop di kawasan perkotaan mendorong meningkatnya kebutuhan akan metode yang sistematis dalam menentukan lokasi usaha yang strategis. Pemilihan lokasi yang tidak tepat dapat mengakibatkan rendahnya jumlah pengunjung serta tingginya tingkat persaingan dengan usaha sejenis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki potensi pasar tinggi serta aksesibilitas yang baik terhadap pusat aktivitas kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi potensial pembukaan coffee shop baru di wilayah Jakarta Pusat dengan memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS). Metode yang digunakan mengintegrasikan analisis potensi wilayah dengan analisis aksesibilitas menggunakan pendekatan service area dan overlay spasial. Data yang digunakan meliputi grid potensi lokasi hasil analisis Site Analyst, batas administrasi wilayah, data stasiun transportasi publik, pusat perbelanjaan, serta data coffee shop eksisting. Analisis dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pengolahan data spasial, penggabungan nilai potensi lokasi dengan wilayah administratif, pembuatan service area dari stasiun dan pusat perbelanjaan, serta proses overlay untuk mengidentifikasi area yang memiliki kombinasi potensi pasar dan aksesibilitas tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk pengembangan coffee shop umumnya berada pada area yang dekat dengan pusat aktivitas kota, khususnya simpul transportasi dan kawasan perdagangan. Area yang berada dalam jangkauan service area dari fasilitas tersebut menunjukkan tingkat aksesibilitas yang lebih baik dan memiliki peluang yang lebih besar untuk menarik pengunjung. Berdasarkan hasil pemeringkatan lokasi kandidat, diperoleh beberapa titik lokasi yang direkomendasikan sebagai lokasi potensial untuk pembukaan coffee shop baru di Jakarta Pusat. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan GIS dalam analisis lokasi usaha dapat membantu proses pengambilan keputusan secara lebih objektif dan berbasis data, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dalam menentukan lokasi bisnis yang strategis.

9 min read

133 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at