Analisa Spasial Tekanan Perkotaan terhadap Ekosistem Mangrove Muara Angke

25 August 2026

By: Azya Sumakhalda

Open Project

Muara Angke Location Analysis

Open Project

Muara Angke Location Analysis

Open Project

Muara Angke Location Analysis

mangrove muara angke

1. Latar Belakang

Kawasan Konservasi Mangrove Muara Angke merupakan salah satu sisa koridor ekologi alami di pesisir utara Jakarta. Meskipun memiliki nilai jasa lingkungan yang sangat tinggi, kawasan ini menghadapi ancaman serius dari perambahan ruang dan polusi akibat ekspansi tata ruang perkotaan. Proyek ini bertujuan untuk mengukur tekanan perkotaan yang mengepung kawasan konservasi mangrove Muara Angke sebagai wawasan strategis bagi inisiatif proyek karbon berbasis Nature-based Solutions (NbS)

2. Data dan Metodologi

  • Sumber Data: Batas Ekosistem (Polygon Boundary): Batas indikatif area studi seluas 149,24 hektare merupakan luas kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke dan Hutan Lindung Angke termasuk kawasan perairan di dalamnya. Data diperoleh menggunakan sumber tutupan lahan Global Mangrove Watch (GMW) dan citra satelit Google Maps. Data Tekanan Urban: Data zona penggunaan lahan (landuse: permukiman, komersial, dan industri) diekstraksi dari basis data OpenStreetMap (OSM) melalui Overpass Turbo API. Basemap & Cloud GIS: GEOMAPID dan CartoDB Positron digunakan sebagai basemap engine dan hosting arsitektur visual.
  • Metodologi Analisis Spasial: True Polygon Buffering: Algoritma spasial Turf.js digunakan untuk menghasilkan tiga zona penyangga (radius 500 m, 1 km, dan 2 km) yang secara dinamis mengikuti lekuk batas poligon asli mangrove (bukan sekadar lingkaran radial). Spatial Intersection (Point-in-Polygon): Menghitung total luas area (dalam hektar) dan kepadatan infrastruktur perkotaan yang beririsan langsung dengan masing-masing zona. Estimasi Karbon (Tier-1): Estimasi cadangan karbon dihitung berdasarkan literatur standar IPCC untuk mangrove estuari tropis (biomassa atas tanah, bawah tanah, dan karbon tanah).

3. Hasil dan Analisis

  • Zona Tekanan Ekstrem (0–500 m): Ekosistem mangrove bergesekan langsung dengan area pembangunan padat. Wilayah ini menunjukkan risiko tertinggi terhadap degradasi hidrologi akibat reklamasi darat dan potensi keracunan akar napas (pneumatophores) akibat akumulasi limbah domestik perkotaan.
  • Zona Transisi Infrastruktur (500 m–1 km): Terdapat infrastruktur sipil yang masif, seperti jaringan jalan tol.
  • Zona Perlindungan Aset Ekonomi (1–2 km): Ekosistem mangrove bertindak sebagai peredam alami intrusi air laut.
  • Valuasi Karbon: Dengan estimasi konservatif sebesar ~950 tCO_2e/ha, kawasan ini mengunci sekitar 141.778 tCO_2e karbon. Hilangnya area ini setara dengan melepaskan emisi gas buang dari ±30.800 kendaraan penumpang selama satu tahun penuh.

4. Kesimpulan

Kawasan mangrove Muara Angke adalah aset cadangan karbon (carbon sink) yang seringkali kurang dihargai terutama dari sudut pandang finansial. Tekanan pembangunan perkotaan yang masif pada radius 0,5 - 2 km menunjukkan adanya urgensi pembuatan koridor buffer ekosistem. Hasil analisa menghasilkan rekomendasi agar korporasi/industri yang beroperasi di radius hingga 2 km dari kawasan mangrove Muara Angke dapat mengintegrasikan kawasan ini ke dalam target dekarbonisasi sekunder mereka melalui mekanisme Nature-based Solutions (NbS).

Data Publications

Analisis Spasial Sebaran Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Kabupaten Manokwari Berbasis WebGIS

Environment

25 Aug 2026

Ester Marlina Mumu

Analisis Spasial Sebaran Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Kabupaten Manokwari Berbasis WebGIS

WebGIS ini menganalisis sebaran Tempat Penampungan Sampah (TPS) di Kabupaten Manokwari untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efisien dan merata.

3 min read

24 view

Analisis Multikriteria dalam Penentuan Prioritas Konservasi Cagar Budaya di DKI Jakarta: Pendekatan Spasial Terintegrasi

Research

25 Aug 2026

Agung Ash

Analisis Multikriteria dalam Penentuan Prioritas Konservasi Cagar Budaya di DKI Jakarta: Pendekatan Spasial Terintegrasi

Publikasi ini menyajikan Sistem Pendukung Keputusan (DSS) spasial berbasis WebGIS yang mengintegrasikan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk penentuan prioritas pelestarian 133 cagar budaya di DKI Jakarta. Dengan mengevaluasi empat variabel penentu—Nilai Budaya, Aktivasi Komunitas, Kerusakan Fisik, dan Risiko Banjir—sistem ini dikembangkan sebagai instrumen perumusan panduan tata ruang (infill guideline) internal kelembagaan. Kajian ini secara kritis mendobrak bias pelestarian konvensional dengan menggeser fokus intervensi dari sekadar restorasi fisik bangunan menuju prioritas penyelamatan ruang-ruang komunal bersejarah yang mampu mengaktifkan ekosistem sosial dan komunitas lokal secara berkelanjutan.

14 min read

25 view

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Tourism

25 Aug 2026

Nawal Syafiq Farihan

ORION: Pemetaan Potensi Dark Sky dan Rekomendasi Observasi Astronomi Berbasis Analisis Spasial di Jawa Barat

Publikasi ini membahas pengembangan ORION sebagai platform WebGIS untuk mengidentifikasi potensi wilayah observasi astronomi berdasarkan Night Sky Brightness (NSB), tutupan awan, dan Road Density. Tahap awal pengembangan difokuskan pada wilayah Bandung Raya sebagai pilot sebelum dikembangkan lebih luas di Jawa Barat.

17 min read

33 view

Sistem Pendukung Keputusan Spasial Berbasis WebGIS untuk Penilaian Kelayakan Lahan dan Risiko Bencana di Maluku Utara

City Planning

24 Aug 2026

Katarina Andrea Laurentia

Sistem Pendukung Keputusan Spasial Berbasis WebGIS untuk Penilaian Kelayakan Lahan dan Risiko Bencana di Maluku Utara

A WebGIS-based land feasibility and risk assessment platform that helps users evaluate potential areas through integrated spatial data. By combining accessibility, public facilities, population density, land use, and disaster risk

18 min read

43 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at