Pendekatan Spasial untuk Menemukan Lokasi Retail Strategis di Tangerang Selatan

02 September 2026

•

By: Muhammad Aryasatya Rafliando

Webgis Analisis Lokasi Retail di Tangerang

1. Latar Belakang

Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan salah satu kawasan urban yang tumbuh paling cepat di wilayah metropolitan Jakarta, namun pertumbuhan retail terjadi secara tidak merata secara spasial. Zona komersial padat seperti BSD City dan Alam Sutera mendominasi konsentrasi retail, sementara kawasan permukiman di wilayah seperti Ciater dan Sawah Baru tetap minim layanan retail, meskipun pertumbuhan hunian terus meningkat.

Pelaku usaha retail yang ingin masuk ke pasar ini umumnya masih mengandalkan intuisi atau pengetahuan empiris dalam memilih lokasi. Belum ada alat berbasis data yang memetakan kepadatan kompetitor, aksesibilitas transit, dan jaringan jalan dalam satu platform yang mudah diakses.

Retailscope dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut: platform WebGIS yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi lokasi retail strategis di Tangerang Selatan melalui analisis kesesuaian spasial.

2. Data dan Metodologi

Sumber data:

Sumber data sebagian besar berasal dari database geomapid dimana mencakup data retail, transportasi, dan titik-titik hotspot yang menentukan kompetisi sebuah retail. Ditambah dengan data administrasi dan jaringan dari Openstreetmap dan BIG yang bekerja sama dengan pemeritnah lokal administrasi Tangerang Selatan.

Metodologi:

Titik retail diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan jenis usaha: Daily Needs (minimarket, supermarket, kelontong), Fashion & Beauty, Home & Living, dan Specialty. Klasifikasi ini mengurangi kompleksitas visual dan memungkinkan analisis kompetitor per kategori secara spesifik.

Pendekatan weighted overlay diterapkan menggunakan empat kriteria: kepadatan penduduk, aksesibilitas jalan, kedekatan dengan kompetitor, dan konsentrasi POI komersial. Keempat kriteria dikombinasikan untuk menghasilkan skor kesesuaian per kelurahan.

Analisis buffer diimplementasikan sebagai fitur interaktif, memungkinkan pengguna menentukan radius dari lokasi yang dipilih dan mendapatkan rincian jumlah kompetitor per kategori secara langsung, diklasifikasikan ke dalam tiga level peluang: High Opportunity (kurang dari 4 kompetitor), Moderate (4–9), dan High Competition (10 atau lebih).

Platform dibangun menggunakan MapLibre GL JS untuk rendering peta, Turf.js untuk operasi spasial, dan MapTiler sebagai penyedia vector tile. Seluruh analisis berjalan di sisi klien tanpa ketergantungan pada backend.

3. Hasil Analisis

Kepadatan kompetitor terkonsentrasi di koridor barat Tangerang Selatan, khususnya di Serpong dan Serpong Utara, didorong oleh daya tarik komersial BSD City dan infrastruktur retail di sekitarnya.

Wilayah dengan kompetitor paling sedikit di seluruh kategori retail adalah Ciater dan Sawah Baru, keduanya berada di Kecamatan Ciputat, yang menunjukkan kepadatan kompetitor rendah meskipun merupakan kawasan permukiman yang sudah berkembang. Pola ini mengindikasikan kesenjangan struktural antara lokasi hunian dan ketersediaan retail, yang merepresentasikan peluang nyata bagi pelaku usaha baru terutama di kategori Daily Needs dan Specialty.

Analisis aksesibilitas transit menunjukkan bahwa stasiun KRL dan halte terkonsentrasi di koridor barat dan tengah, dengan keterbatasan cakupan di kecamatan bagian tenggara. Lokasi dalam radius 500 meter dari stasiun KRL memiliki potensi foot traffic yang lebih tinggi terlepas dari kepadatan kompetitor yang ada.

Data jaringan jalan mengkonfirmasi bahwa kepadatan kompetitor tinggi berkorelasi kuat dengan kedekatan terhadap jalan arteri. Area dengan aksesibilitas jalan yang baik namun kepadatan kompetitor rendah merepresentasikan target dengan nilai tertinggi untuk ekspansi retail.

4. Kesimpulan

Retailscope membuktikan bahwa analisis spasial tidak harus kompleks atau sulit diakses. Dengan menggabungkan data geospasial terbuka dan antarmuka WebGIS yang sederhana, pelaku usaha retail dapat beralih dari keputusan berbasis intuisi ke keputusan berbasis data.

Hasil analisis mengidentifikasi Ciater dan Sawah Baru sebagai area paling potensial untuk masuknya retail baru, ditandai oleh kepadatan kompetitor rendah di semua kategori dan aksesibilitas jalan yang memadai, konsisten dengan pola umum minimnya layanan retail di koridor permukiman bagian timur dan selatan Tangsel.

Keterbatasan utama platform saat ini adalah belum tersedianya data kepadatan penduduk per kelurahan, yang akan memperkuat analisis gap secara signifikan. Pengembangan selanjutnya akan mengintegrasikan layer demografis dan pemodelan aksesibilitas berbasis isochrone untuk memperhalus skor kesesuaian lokasi.

Data Publications

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Climate & Disaster

28 Sep 2026

•

Reggie Anjlina

Analisis Kerawanan Longsor Berbasis Random Forest Menggunakan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan WebGIS Kerawanan Longsor di Wilayah Bandung Raya

Pemetaan kerawanan longsor Bandung Raya berbasis Random Forest, penginderaan jauh, dan SIG melalui WebGIS interaktif untuk mendukung mitigasi bencana.

41 min read

•

36 view

Prediksi Pertumbuhan Kawasan Terbangun untuk Mengidentifikasi Wilayah Prioritas Pengembangan Layanan Publik di Bandung Raya

City Planning

28 Sep 2026

•

Reza Isnawati

Prediksi Pertumbuhan Kawasan Terbangun untuk Mengidentifikasi Wilayah Prioritas Pengembangan Layanan Publik di Bandung Raya

Penelitian ini memprediksi pertumbuhan kawasan terbangun dan jumlah penduduk di Wilayah Metropolitan Bandung Raya hingga tahun 2029. Mengintegrasikan pemodelan prediktif Cellular Automata Artificial Neural Network (CA-ANN), proyeksi demografi CAGR, serta analisis jangkauan Network Analysis, studi ini mengidentifikasi kesenjangan aksesibilitas spasial fasilitas pendidikan dan kesehatan berdasarkan SNI 03-1733-2004. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi empat tipologi arahan strategi kawasan guna merespons ketimpangan fasilitas publik dan mengendalikan pemekaran kota (urban sprawl) secara terarah.

34 min read

•

36 view

ANALISIS KETIMPANGAN DISTRIBUSI LAYANAN STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAP ANALYSIS BERBASIS GRID HEKSAGON 1×1 KM

Energy

30 Sep 2026

•

Muhammad Fatih

ANALISIS KETIMPANGAN DISTRIBUSI LAYANAN STASIUN PENGISIAN KENDARAAN LISTRIK UMUM (SPKLU) DI KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN PENDEKATAN GAP ANALYSIS BERBASIS GRID HEKSAGON 1×1 KM

nalisis Ketimpangan Distribusi Layanan SPKLU di Kota Bandung menggunakan pendekatan Gap Analysis berbasis Grid Heksagon 1 × 1 km untuk mengidentifikasi kesenjangan antara ketersediaan layanan (supply) dan kebutuhan layanan (demand). Komponen supply dianalisis berdasarkan POI SPKLU tahun 2025 dan tingkat coverage menggunakan isokron, sedangkan demand direpresentasikan melalui jumlah kendaraan listrik berdasarkan P3DW tahun 2024 serta data kependudukan tahun 2024. Hasil integrasi kedua komponen digunakan untuk mengidentifikasi wilayah dengan tingkat pelayanan dan prioritas pengembangan SPKLU yang berbeda di Kota Bandung.

45 min read

•

32 view

1 Projects

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

•

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

•

562 view

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at