A. Latar Belakang
Jalan Tol Jakarta - Merak merupakan koridor transportasi darat utama penghubung DKI Jakarta dan Banten yang terbagi menjadi dua pengusahaan: Ruas Jakarta - Tangerang (Jasa Marga, KM 0 - KM 26) dan Ruas Tangerang - Merak (Astra Tol Tamer, KM 31 - KM 98). Koridor ini memegang peranan krusial sebagai akses logistik kawasan industri Banten serta jalur utama menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak.
Pengembangan WebGIS untuk koridor ini bertujuan untuk:
- Integrasi Lintas Pengelola: Menyatukan data spasial dua BUJT (Jasa Marga dan Astra Tol Tamer) dalam satu sistem terpadu.
- Visualisasi Komprehensif Infrastructure: Memetakan posisi presisi Gerbang Tol, Simpang Susun, Rest Area, serta Akses Exit.
- Aksesibilitas Informasi Publik: Menyediakan basis data interaktif mengenai fasilitas jalan tol dan opsi konektivitas antar-wilayah bagi pengguna jalan maupun pengelola.
B. Metode
1. Inventarisasi & Pemodelan Data SpasialData dikelompokkan ke dalam empat layer utama berdasarkan dokumen referensi:
- Gerbang Tol (20 Titik): Memetakan simpul transaksi dari GT Tomang (KM 0) hingga GT Merak (KM 95).
- Simpang Susun (11 Titik Interseksi): Menghubungkan tol utama dengan jaringan Tol JORR W1/W2, JORR 2, Tol Serang–Panimbang, serta jalan arteri nasional.
- Rest Area (6 Lokasi Utama): Dipisahkan berdasarkan Jalur A (Arah Merak) di KM 13,5 A, KM 43 A, KM 68 A; dan Jalur B (Arah Jakarta) di KM 68 B, KM 45 B, KM 14 B.
- Akses Exit (19 Pintu Keluar): Memuat informasi daerah tujuan keluar tol dari wilayah Jakarta Barat hingga Dermaga Pelabuhan Merak.
2. Pengolahan Data & Arsitektur GeoJSON
- Data disimpan dalam format GeoJSON () dengan koordinat berstandar WGS 84.
- Setiap fitur geografis (Point) dilengkapi atribut kontekstual: , , , , , serta .
3. Pengembangan Aplikasi WebGIS (Leaflet.js)
- Fetch API & Asynchronous Loading: Mengambil data GeoJSON secara dynamic saat halaman dimuat.
- Filtering & Multi-Layer Group: Menggunakan fungsi pada untuk memisahkan data tunggal menjadi layer terpisah (Gerbang Tol, Simpang Susun, dan Rest Area) yang dikontrol melalui .
- Dynamic Pop-Up Formatting: Mengatur templat pop-up secara otomatis sesuai jenis fasilitas yang dipilih.
C. Hasil Akhir
Hasil pengerjaan berupa sistem WebGIS Interaktif Koridor Tol Jakarta - Merak berbasis web yang menyajikan informasi spasial berikut:
- Dashboard Peta Interaktif: Tampilan visual koridor jalan tol dari KM 0 (Tomang) sampai KM 95/98 (Merak).
- Layer Control Independen: Pengguna dapat mengaktifkan/menonaktifkan layer spasial secara terpisah: Layer Gerbang Tol: Menampilkan 20 titik gerbang tol lengkap dengan status penghubung antar-ruas (seperti GT Cikupa di KM 31). Layer Simpang Susun: Menampilkan titik konektivitas jalan tol dengan Tol Dalam Kota, JORR W1/W2, JORR 2, hingga Tol Serang–Panimbang. Layer Rest Area: Menampilkan lokasi tempat istirahat Jalur A & B beserta rincian fasilitas (SPBU, SPKLU EV Charging, kuliner, dan fasilitas umum).
- Informasi Pop-Up Detail: Setiap ikon pada peta menyediakan informasi berupa nama lokasi, KM, fungsi jaringan, hingga daftar tujuan daerah keluar tol (Exit Destinations).