Membaca Dampak Perkebunan Sawit di Riau melalui Informasi Geospasial

24 August 2026

By: Fabian Pramudya

Riau Palm Impact

Provinsi Riau merupakan salah satu wilayah penting dalam perkembangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Aktivitas sawit tidak hanya berkaitan dengan produksi dan ekonomi, tetapi juga berhubungan dengan ruang hidup masyarakat, perkembangan desa, penggunaan lahan, serta isu lingkungan. Karena itu, pertanyaan mengenai sawit tidak cukup dijawab dengan mengetahui berapa luas perkebunannya. Pertanyaan yang lebih penting adalah: di mana perkebunan berada, desa mana yang berada di sekitarnya, dan seberapa dekat hubungan spasial antara perkebunan dengan masyarakat?

Riau Palm Impact

WebGIS Riau Palm Impact dikembangkan sebagai pendekatan awal untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sistem menggabungkan batas desa dengan data kebun atau konsesi sawit sehingga hubungan spasial keduanya dapat dilihat secara interaktif melalui tautan https://fabianspramudya.github.io/riau-palm-impact/

Riau Palm Impact

Hasil screening awal menunjukkan terdapat 1.837 desa dalam wilayah analisis, dengan 1.016 desa atau sekitar 55,3% teridentifikasi beririsan dengan sedikitnya satu poligon kebun/konsesi sawit dalam dataset. Angka ini menunjukkan luasnya keterkaitan spasial antara perkebunan sawit dan wilayah desa di Riau. Namun, angka tersebut tidak berarti bahwa 55,3% desa mengalami dampak negatif akibat sawit. Angka tersebut hanya menunjukkan adanya keterkaitan spasial berdasarkan data yang digunakan.

Analisis dan Kesimpulan

Analisis dilakukan melalui spatial overlay antara batas desa dan poligon perkebunan/konsesi. Pengguna kemudian dapat memilih satu konsesi sebagai pusat analisis. Sistem membentuk screening envelope hingga 30 km dan mengidentifikasi desa-desa kandidat berdasarkan jaraknya terhadap konsesi.

Riau Palm Impact

Setiap desa kemudian memperoleh proximity score. Semakin dekat jaraknya terhadap konsesi, semakin tinggi nilai kedekatannya. Hasil tersebut digunakan untuk membentuk ProvisiProvisional Palm Oil Community Influence Index (POCI-P)ah provisional penting karena POCI-P pada tahap ini baru menggunakan komponen proximity. Kedekatan geografis tidak secara otomatis berarti adanya dampak sosial, ekonomi, atau lingkungan.

Dengan demikian, prinsip utama analisis ini adalah:

Desa yang dekat dengan perkebunan belum tentu memiliki tingkat pengaruh yang tinggi. Sebaliknya, desa yang lebih jauh dapat memiliki hubungan ekonomi atau sosial yang kuat dengan aktivitas sawit. Karena itu, nilai POCI-P sebaiknya digunakan sebagai alat screening untuk menentukan lokasi yang perlu dikaji lebih lanjut, bukan sebagai ukuran final dampak perkebunan terhadap masyarakat.

Rekomendasi untuk Meningkatkan Awareness secara Spasial

Peningkatan awareness dapat dilakukan dengan mengembangkan WebGIS dari sekadar peta menjadi platform spatial awareness.

  • Pertama, tambahkan indikator sosial, ekonomi, lingkungan, dan kelembagaan ke dalam POCI. Dengan demikian, analisis tidak hanya mempertimbangkan jarak, tetapi juga karakteristik masyarakat dan kondisi lingkungan.
  • Kedua, tambahkan dimensi waktu sehingga pengguna dapat melihat perubahan perkebunan dan kondisi desa dari tahun ke tahun.
  • Ketiga, tampilkan evidence coverage untuk menunjukkan wilayah yang memiliki data kuat dan wilayah yang masih membutuhkan verifikasi. Ketidakpastian data sebaiknya ditampilkan secara terbuka, bukan disembunyikan.
  • Keempat, kembangkan participatory mapping agar masyarakat dapat memberikan informasi mengenai konflik lahan, fasilitas publik, sumber air, akses jalan, maupun perubahan lingkungan.

Pada akhirnya, pendekatan yang lebih tepat bukan:

melainkan:

Dengan pendekatan tersebut, peta tidak hanya menunjukkan di mana perkebunan sawit berada, tetapi membantu menjawab siapa yang berada di sekitarnya, apa yang perlu diperhatikan, dan di mana investigasi lebih lanjut perlu dilakukan. Awareness spasial dengan demikian menjadi langkah awal menuju tata kelola perkebunan sawit yang lebih transparan, berbasis bukti, dan berorientasi pada hubungan antara aktivitas perkebunan dengan ruang kehidupan masyarakat. (FSP)

Data Publications

Pengembangan Platform WebGIS Interaktif untuk Mendukung Perencanaan Infrastruktur Sampah Berbasis Data di Palembang

Environment

24 Aug 2026

Supriyadi

Pengembangan Platform WebGIS Interaktif untuk Mendukung Perencanaan Infrastruktur Sampah Berbasis Data di Palembang

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Palembang semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa. Distribusi fasilitas pengelolaan sampah yang tidak merata dan minimnya aksesibilitas informasi spasial kepada masyarakat menjadi hambatan utama dalam optimalisasi layanan persampahan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem WebGIS interaktif bernama EcoMap Palembang sebagai platform peta digital berbasis web yang mampu memvisualisasikan sebaran fasilitas pengelolaan sampah secara komprehensif, melakukan analisis spasial keterjangkauan layanan menggunakan isokron berbasis data jalan nyata, serta mengidentifikasi kebutuhan fasilitas baru pada area yang belum terlayani. Metode yang digunakan meliputi pengembangan WebGIS berbasis Leaflet.js, integrasi data GeoJSON dari SIPSN KLHK, analisis isokron menggunakan MAPID Routing API dan OpenRouteService, serta visualisasi spasial multi-layer dengan Turf.js sebagai pustaka geoprocessing. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa EcoMap Palembang berhasil memetakan 8 kategori fasilitas pengelolaan sampah di 18 kecamatan, menghasilkan analisis keterjangkauan berbasis isokron yang akurat, serta merekomendasikan lokasi fasilitas baru berdasarkan gap layanan yang teridentifikasi. Platform ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data bagi Pemerintah Kota Palembang dalam perencanaan infrastruktur persampahan yang lebih efektif dan efisien.

28 min read

17 view

Plantation Spatial Explorer: Deteksi Dini Block Underperform di Perkebunan Sawit melalui Integrasi Peta dan Data Operasional

Agriculture

24 Aug 2026

Haidar Ismail

Plantation Spatial Explorer: Deteksi Dini Block Underperform di Perkebunan Sawit melalui Integrasi Peta dan Data Operasional

Plantation Spatial Explorer dibangun untuk menjembatani dua dunia yang biasanya terpisah ini: data spasial (batas Estate dan Block) dan data operasional (produksi, pupuk, sampel daun), digabung jadi satu WebGIS interaktif yang bisa langsung menunjukkan di mana masalah terjadi, seberapa parah, dan apakah itu kasus terisolasi atau pola bersama dengan block tetangganya — tanpa manager harus scroll tabel satu per satu.

9 min read

110 view

Pengembangan Sistem Informasi Geografis WebGIS untuk Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta

Real Estate

20 Aug 2026

Harizky Arfianto

Pengembangan Sistem Informasi Geografis WebGIS untuk Penilaian Aksesibilitas Hunian di Kota Surakarta

WebGIS Kota Surakarta: Platform interaktif untuk penilaian aksesibilitas hunian dengan data spasial resmi, fitur klasterisasi, dan filter kategori berbasis MapLibre GL.

20 min read

144 view

1 Projects

Optimasi Elektrifikasi Kendaraan Roda Dua di Indonesia: Solusi Battery Swap untuk Ojol

Energy

15 Aug 2026

Muh Fiqri Abdi Rabbi

Optimasi Elektrifikasi Kendaraan Roda Dua di Indonesia: Solusi Battery Swap untuk Ojol

Transisi mitra ojek online (ojol) ke motor listrik dalam skema GrabElectric menghadapi tantangan struktural berupa fragmentasi ekosistem baterai antar produsen. Setiap produsen motor listrik — seperti Smoot Motor (ekosistem Swap Energi), Viar, dan Gesits — mengoperasikan sistem battery swap yang tidak saling kompatibel, sehingga mitra pengguna satu merek tidak dapat menukar baterai di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) milik ekosistem lain. Kondisi ini memaksa pengemudi menempuh jarak tambahan untuk mencapai SPBKLU yang sesuai, memicu kecemasan jarak tempuh (range anxiety), sekaligus mengurangi waktu produktif mencari penumpang. Penelitian ini bertujuan memetakan sebaran SPBKLU berdasarkan ekosistem baterai di Provinsi DKI Jakarta, mengidentifikasi area yang tidak terjangkau layanan (dead zone), serta merumuskan rekomendasi lokasi penempatan SPBKLU baru menggunakan pendekatan analisis spasial. Metode penelitian mencakup delapan tahapan sistematis: pengumpulan data, praproses dan klasifikasi data, network/service area analysis, overlay spasial, multi-criteria scoring, identifikasi dead zone, location-allocation analysis, hingga visualisasi dan validasi hasil. Seluruh proses analisis dan visualisasi dilakukan menggunakan platform GEO MAPID. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah DKI Jakarta berada pada kategori cakupan minim (hanya terlayani satu ekosistem baterai) atau dead zone (tidak terlayani sama sekali), dengan pola dead zone yang tersebar hampir merata di kelima wilayah kota administrasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penyedia layanan SPBKLU dan platform ojek online dalam merancang strategi perluasan infrastruktur yang lebih merata dan berbasis data lokasi.

11 min read

189 view

4 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at