GeoInsight : Pemetaan Bencana Banjir Kota Bekasi Berbasis WebGIS

29 August 2026

By: Adnan Yusuf Hartawan

GeoInsight

Pendahuluan

Kota Bekasi mengalami bencana alam seperti banjir yang sudah bertahun-tahun mengalami bencana ini yang sudah menjadi permasalahan dari tahun ke tahun. Banyaknya alih fungsi lahan dari resapan air ke permukiman serta industri menyebabkan wilayah kota Bekasi sering mengalami banjir karena berkurangnya daerah resapan air yang notabenenya aliran sungai di kota Bekasi setiap tahun mengalami luapan banjir tahunan. Banjir adalah bencana alam yang terjadi ketika air meluap dan mengalir ke wilayah yang biasanya kering. Bencana ini berdampak pada sebagian besar penduduk dunia serta menimbulkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang luas (Adzkia et al., 2025). Selain itu, kondisi geografis kota Bekasi yang dilewati oleh dua suangai besar kali Bekasi dan kali Cikeas pada periode musim hujan meluap yang menyebabkan banjir pada daerah sekitar kota Bekasi yang menyebabkan daerah dekat dua sungai tersebut mengalami rawan banjir.

Permasalahan banjir di kota Bekasi ini juga didasarkan untuk mengetahui daerah mana saja di kota Bekasi yang memiliki cakupan wilayah banjir berbasis spasial dengan mengetahui rute terdekat untuk melakukan evakuasi mitigasi bencan ke daerah fasilitaskesehatan terdekat untuk aspek kesehatan dan lingkungan terhadap masyarakat, Berguna untuk membantu masyarakat melakukan mitigasi bencana ke daerah fasilitas kesehatan terdekat. Aksesibilitas dan kapasitas rumah sakit rujukan merupakan faktor krusial dalam melindungi hak asasi manusia dan menjaga stabilitas sosial (Ruki Ardiyanto et al., 2022) .

Sehingga, masyarakat perlu suatu platform yang berguna untuk monitoring daerah mana saja yang mengalami rawan bencana sehingga memberikan kemudahan kepada pihak pemerintah setempat untuk melakukan mitigasi bencana serta evakuasi daerah terhadap daerah yang rawan bencana dalam pemetaan yang lebih interaktif dengan WebGIS. Urgensinya dengan memberikan mitigasi pada rute wilayah terdekat terhadap daerah fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit dan puskesmas untuk pengguna serta pemerintah setempat untuk memudahkan mitigasi bencana. WebGIS ini dibuat bertujuan untuk memberikan gambaran visualisasi untuk pemerintahan mengenai area mana saja yang memiliki risiko banjir dengan disajikan dalam bentuk peta interaktif.

Metode Penelitian

2.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis di Kota Bekasi. Kota Bekasi berada di bawah administrasi daerah provinsi Jawa Barat. Secara geografis, kota Bekasi terletak di yang berbatasan dengan Provinsi D.K.I Jakarta di sebelah barat, Kabupaten Bogor di sebalah selatan dan Kabupaten Bekasi di sebelah timur. Kota Bekasi terdiri atas 12 kecamatan dan 56 kelurahan.

2.2 Variabel Penelitian

Data yang digunakan pada pembuatan WebGIS ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapsa sumber penyedia data geospasial. Data tersebut terdiri dari data jaringan jalan Kota Bekasi, daerah batas administrasi Kota Bekasi, persebaran fasilitas kesehatan puskesmas Kota Bekasi, serta data spasial daerah risiko banjir Kota Bekasi. Data jaringan jalan dan batas administrasi Kota Bekasi didapatkan sumber dari Badan Informasi Geospasial. Kegunaan dari data jaringan jalan untuk kegunaan analisis spasial isochrone dan network analysis pada aplikasi WebGIS berikut. Data administrasi Kota Bekasi untuk memberikan penegasan batas daerah Kota Bekasi. Data persebaran fasilitas kesehatan puskesmas Kota Bekasi berfungsi sebagai identifikasi puskesmas yang digunakan untuk keperluan visualisasi dan analisis spasial dengan menggunakan data GeoMapid. Sementara itu, data spasial persebaran risiko banjir Kota Bekasi diperoleh juga dari GeoMapid. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi dan memvisualisasikan tingkat risiko banjir pada wilayah penelitian. Seluruh data spasial kemudian diintegrasikan dan divisualisasikan dalam WebGIS untuk menghasilkan informasi mengenai hubungan antara wilayah berisiko banjir, jaringan jalan, dan lokasi fasilitas kesehatan

2.3 Metode

Metode analsis spasial yang digunakan dalam pembangunan WebGIS ini menggunakan heatmap untuk mengetahui area persebaran puskesmas melalui visualisasi peta interaktif dan network analysis untuk mengjangkau daerah rute terdekat dari lokasi pengguna peta menggunakan geolocation terhadap daerah puskesmas tedekat.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan hasil pembuatan WebGIS ini dihasilkan terdapat beberapa visualisasi data yang ditampilkan untuk pembuatan peta interaktif WebGIS sebagai berikut

  • Landing Page GeoInsight

Landing Page GeoInsight
  • Layer Peta Interaktif WebGIS Kota Bekasi
Layer Peta Interaktif WebGIS GeoInsight

  • Layer Jalan Lokal Kota Bekasi
Layer Jalan Lokal Kota Bekasi

  • Layer Jalan Arteri Kota Bekasi
Layar Jalan Arteri Kota Bekasi
  • Layer Daerah Heatmap Persebaran Puskesmas Kota Bekasi

Layer Daerah Heatmap Kota Bekasi

  • Layer Wilayah Banjir Kota Bekasi

Layer Risiko Banjir Kota Bekasi

  • Fitur Analisis Spasial Network Analysis dan Isochrone

Fitur Analisis Spasial Network Analysis dan Isochrone

  • Fitur Popup
Fitur Popup

Hasil network analysis menunjukkan keterkaitan antara jaringan jalan dengan aksesibilitas fasilitas kesehatan di wilayah terdampak banjir. Analisis ini dapat mengidentifikasi jalur yang berpotensi terganggu akibat genangan serta alternatif rute yang masih dapat digunakan menuju fasilitas kesehatan. Analisis isochrone digunakan untuk mengetahui jangkauan wilayah yang dapat mencapai fasilitas kesehatan berdasarkan waktu tempuh tertentu. Integrasi antara network analysis, isochrone, dan zona banjir menunjukkan bahwa genangan pada ruas jalan dapat mengurangi cakupan wilayah pelayanan dan meningkatkan keterbatasan aksesibilitas masyarakat. Hasil tersebut kemudian divisualisasikan melalui WebGIS dengan menggabungkan layer zona banjir, jaringan jalan, dan fasilitas kesehatan. Pemetaan spasial secara interaktif memudahkan pengguna dalam mengidentifikasi wilayah terdampak, melihat kondisi jaringan jalan, serta mengetahui akses menuju fasilitas kesehatan. Dengan demikian, WebGIS dapat menjadi media visualisasi sekaligus pendukung analisis dan mitigasi risiko banjir.

Kesimpulan dan Saran

Hasil visualisasi WebGIS menunjukkan keterkaitan antara jaringan jalan dengan aksesibilitas fasilitas kesehatan di wilayah terdampak banjir. Analisis ini dapat mengidentifikasi jalur yang berpotensi terganggu akibat genangan serta alternatif rute yang masih dapat digunakan menuju fasilitas kesehatan. Untuk pengembangan selanjutnya, WebGIS ini memberikan hasil analisis yang berupadirancang bertahap terutama dalam pengembangan informasi bencana alam banjir secara time-series, memadukan teknologi GeoAI untuk simulasi kenaikan banjir selama 10-20 tahun kedepan sebagai referensi untuk melakukan mitigasi bencana dengan mengandalkan algoritma machine learning, dan otomatisasi analisis data citra satelit untuk mendeteksi genangan air secara real-time menggunakan satelit Sentinel-1 SAR.

Daftar Pustaka

Adzkia, L. N., Setiawan, H., & Ardiansyah, A. N. (2026). GIS-Based Flood Hazard Mapping Using Weighted Overlay in Bekasi City. Jambura Geoscience Review, 8(2), 251–262. https://doi.org/10.37905/jgeosrev.v8i2.37870

Ardiyanto, R., Supriatna, S., Indra, T. L., & Manesa, M. D. M. (2022). Geospatial approach to accessibility of referral hospitals using geometric network analysis and spatial distribution models of Covid-19 spread cases based on GIS in Bekasi City, West Java. Indonesian Journal of Geography, 54(2), 173–185. https://doi.org/10.22146/ijg.66099

Data Publications

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Food & Beverages

06 Sep 2026

Ridhwan Saputra

Analisis Kesesuaian Lokasi dan Peluang Pasar untuk Ekspansi Gerai HokBen Berbasis Location Intelligence di Kota Surabaya

Analisis site selection ekspansi gerai HokBen di Kota Surabaya menggunakan GIS untuk mengintegrasikan land suitability, market opportunity, demografi, POI, aksesibilitas, dan harga lahan. Hasil analisis QGIS dibandingkan dengan GEO MAPID Site Selection untuk mengidentifikasi area potensial berdasarkan kesesuaian lokasi dan peluang pasar.

24 min read

470 view

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Transportation

04 Sep 2026

Meutia Amirotun Nuha

Evaluasi Keterjangkauan dan Usulan Rerouting Angkutan Kota Berbasis Location Analytics di Kota Malang, Jawa Timur

Penelitian ini mengevaluasi keterjangkauan pelayanan angkutan kota di Kota Malang dan menyusun alternatif rerouting berbasis location analytics. Keterjangkauan dianalisis menggunakan buffer 400 meter terhadap jaringan trayek eksisting, kemudian distribusi penduduk pada kawasan permukiman digunakan untuk mengidentifikasi population service gap. Kawasan yang belum terlayani dikelompokkan menjadi 27 cluster dan lima cluster dengan service gap terbesar dipilih sebagai Priority Service Area. Analisis selanjutnya mempertimbangkan jaringan jalan, pusat aktivitas, keterhubungan terhadap trayek eksisting, dan akses transportasi regional untuk menyusun koridor kandidat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan angkot eksisting menjangkau sekitar 616.575 jiwa atau 69,33% penduduk Kota Malang, sementara 272.784 jiwa belum terlayani. Skenario rerouting pada lima kawasan prioritas mampu menambah jangkauan terhadap sekitar 145.101 penduduk sehingga coverage meningkat menjadi 85,64%. Selain itu, 53 dari 56 POI prioritas berada dalam jangkauan pelayanan setelah skenario diterapkan. Temuan menunjukkan bahwa penanganan service gap secara terarah dapat meningkatkan keterjangkauan tanpa harus memperluas jaringan ke seluruh kawasan residual. Hasil penelitian merupakan screening spasial awal yang masih memerlukan validasi teknis dan operasional sebelum implementasi.

26 min read

349 view

12 Data

1 Projects

Analisis Kesesuaian Lokasi Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Kota Pasuruan Berbasis Kepadatan Penduduk

City Planning

04 Sep 2026

Adam Sholihuddin

Analisis Kesesuaian Lokasi Pembangunan Fasilitas Kesehatan di Kota Pasuruan Berbasis Kepadatan Penduduk

Pemetaan spasial untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan fasilitas kesehatan baru di Kota Pasuruan menggunakan metode Site Selection berdasarkan kepadatan penduduk tahun 2024.

9 min read

320 view

1 Projects

Penentuan Lokasi Prioritas CCTV Berbasis
Keterjangkauan Safe Point di Kota Bandung

City Planning

04 Sep 2026

Fidhela Ghaisani Shabrina

Penentuan Lokasi Prioritas CCTV Berbasis Keterjangkauan Safe Point di Kota Bandung

Temukan 9 lokasi prioritas pemasangan CCTV di Kota Bandung berdasarkan analisis Site Selection berbasis grid hexagon 500 meter dengan parameter kepadatan penduduk, safe point, dan data kriminalitas terbaru.

14 min read

270 view

1 Projects

Terms and Conditions
Introductions
  • MAPID is a platform that provides Geographic Information System (GIS) services for managing, visualizing, and analyzing geospatial data.
  • This platform is owned and operated by PT Multi Areal Planing Indonesia, located at